Seni Kaligrafi Ukir Menurut Peneliti UGM

Karya Kesenian ukir kaligrafi merupakan perkawinan dari dua jenis seni-rupa yang menghasilkan berbagai bentuk keragaman hias. Keragaman hias ini yang dimaksud adalah sebuah bentuk dari segi keindahan yang mengisi sebuah karya tertentu, baik berupa karya dua dimensi ataupun tiga dimensi.

Bentuk Perkawinan dari dua jenis karya keseni-rupaan yaitu disini merupakan bentuk perpaduan dari seni mengukir yang disebut sebagai "seni kaligrafi". Seni ukir sudah dikenal di jepara sejak berabad abad silam. Seni Ukir merupakan bentuk dari visualisasi ke-bentuk stilasi. Stilasi yaitu metode/cara menjadikan/mengubah dan/serta menyederhanakan dari bentuk asli ke dalam bentuk yang lain dengan apa yang di-kehendaki untuk menciptakan suatu tingkat-keindahan yang lebih dari asalnya.

Karya indah tersebut dapat di-tuang-kan kepada beberapa media, yaitu kayu, media logam, media tanah liat bahkan pada batu. Sistem/Teknik yang diterapkan adalah metode memahat pada media ukir tersebut.

Proses pahatan ini adalah dengan menggunakan sebuah alat seperti pisau, Tatah, dan juga Palu. Ketiga alat tersebut digunakan sebagai proses pen-tatah-an di media ukir yang akan dituju secara langsung. Inilah yang sekarang disebut sebagai hasil karya ukir handmade. Ada pula yang membuta seni ukir ini dengan proses mesinisasi (nanti kita bahas lain kali setelah ada waktu untuk menulisnya).

Baca Juga: Kaligrafi Ayat Kursi Ukiran Lingkaran Mahoni

Ada sebagian yang memakai cara cetak mencetak degan ukiran. Cetakan ukir ini diukir terlebih dahulu kemudian media yang dituju akan dicetak dengan alat cetak tersebut agar proses yang diinginkan menjadi bisa bernilai kuantitas atau disebut sebagai produksi massal. Alat cetak tersebut akan menghasil karya yang persis sama satu dengan yang lainnya. Pada proses ini seringnya digunakan pada media kuningan, dan beberapa media lainnya seperti kayu.
Keindahan Seni Huruf atau disebut sebagai Khat Kaligrafi ini dapat divisualkan pada bagian media yang jelas. disinilah letak keberhasilan keindahan dari bentuk seni kaligrafi. Bentuk khat yang indah dapat menjadi indah di media ukirnya. sehingga untuk memahatnya perlu dengan ketelitian dan kecanggihan seni yang tinggi. Cita rasa seni ukir yang tinggi pula akan menentukan hasil ukiran yang bernilai seni tinggi pula. Walaupun diterapkan pada media ukir yang berbeda beda.

Prosedur pembuatan ukir kaligrafi adalah dengan membuat sketsa khat kaligrafinya. kemudian menyiapkan media ukir. dan juga alat ukir. Misal media kayu yang ditempuh. Desain khat kaligrafi akan ditempatkan di Kayu, baik kayu mahoni maupun jati.

Langkah selanjutnya proses pemahatan sesuai konstruksi khat kaligrafi. Jika hanya diukir secara asal tanpa megikuti konstruksi khat kaligrafi, maka hasilnya akan jelek dan tidak kualified sebagai bentuk seni kaligrafi, walaupun tetap itu kaligrafi.

Baca Juga: Baghdad: Perintis Kaligrafi Islam dan Tulisan

Konstruksi khat kaligrafi yang dimaksud adalah konstruksi dalam menulis khat kaligrafi tersebut. Harus sesuai arah menulis, jadi untuk memahat khat kaligrafi ini sesuai arah menulis khat Kaligrafi. Bahkan dengan sistem Bordir (yang disebut sebagai Kaligrafi Bordir) pun juga harus mengikuti arah khat kaligrafi.

Proses pemahatan di Kayu adalah dengan menggunkan "wilah" atau "Tatah". Si tukang ukir ini harus diajarkan proses pengukir kaligrafi dengan benar. Jadi tidak sembarang mengukir. Pengukiran Kaligrafi ini sesuai teknik pengukiran kaligrafi yang sesuai jalur khat yang benar, yaitu mengikuti bentuk desain khat kaligrafi dari awal sampai akhir. Hal ini akan memberikan hasil yang terbaik di setiap keindahan ukirannya.

Hasil dari pahatan seni ukir ini ada beberapa kategori yang bisa dihasilkan, yaitu: ukiran seni 2 dimensi, semi relief 3 dimensi dan relief 3 dimensi. Ketiga kategori ini akan kita bahas lebih dalam lagi di artikel selanjutnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Seni Kaligrafi Ukir Menurut Peneliti UGM"

Posting Komentar