Keampuhan Surat Al Falaq dan An Nas

Terdapat cerita atau kisah saat Rasulullooh Sallalloohu ^alayhi wa sallam terkena Sihir. dan saat itu diobati dengan dua ayat ini. Yaitu surat muawidatain. Keampuhan Suratul Falaq & Suratun Nâs telah disebutkan dalam sebuah Hadith yang diriwayatkan oleh At-Tirmidhiyy bahwa: "Pada suatu saat Rasulullooh sedang bersama istri tercinta 'Aisyah, beliau memandang rembulan dan beliau berkata kepada istri beliau, 'Aisha; "„Mohonlah perlindungan kepada Allooh dari kejahatan yang Dia (Allooh) ciptakan (maksud beliau adalah kejahatan yang datang bersama datangnya malam),"

Di saat petang atau malam hari, banyak muncul kejahatan seperti; binatang liar dan berbisa keluar dari sarang dan hutan, makhluk-makhluk jahat mulai berkeliaran serta manusia/orang-orang jahat mulai melakukan kejahatan. Juga tercantum dalam Hadith bahwa Rasulullooh Sallalloohu 'alayhi wa sallam mengatakan yang sebagaimana artinya; "„Saat matahari terbenam, yakinkan bahwa kalian membawa anak-anak kalian masuk ke dalam rumah, setelah sekitar satu jam barulah mereka bisa kembali keluar.“

Hal ini dimaksudkan bahwa, saat waktu Maghrib tiba maka sebaiknya anak-anak tidak berada di luar, setelah waktu Maghrib lewat barulah mereka keluar dari rumah. Hal ini ada sebuah kisah yang menimpa Rosulullaah ketika waktu maghrib, yaitu nabi terkena Sihir.

Baca Juga: Kaligrafi Al Ikhlas Ukiran Melati

Pada masa Rasulullooh Sallalloohu 'alayhi wa sallam ada seorang tukang sihir yang sudah sangat terkenal, yaitu bernama "Labîth ibn A'Sam". Orang-orang yang memusuhi Nabi meminta Labîth ibn A'Sam ini untuk mengirimkan Sihir kepada Nabi Sallalloohu 'alayhi wa sallam. Saat itu Nabi juga mempunyai seorang pelayan yang sudah terbiasa melayani beliau. Suatu hari, si pelayan ini ternyata mengatur sebuah rencana jahatnya yaitu dengan mengambil beberapa "Ashar/rambut" Rasulullooh dan beberapa gigi sisir, hal ini biasa dipakai Nabi untuk menyisir rambut.

Akhirnya, Pelayan ini membawa kedua benda tersebut kepada ahli sihir "Labîth ibn A'Sam". Kemudian Puteri Labîth mulai membuat beberapa Ikatan/Simpul/Buhul dan meniupkan -Sihir- pada Simpul-simpul tersebut untuk mengirim Sihir kepada Nabi. Lalu mereka meletakkan Simpul-simpul tadi ke dalam sumur dan diletakkan di bawah batu dasar sumur. (Pada jaman itu orang arab biasa menguras atau membersihkan sumur), dan saat itulah mereka menyembunyikan Simpul-simpul tersebut.
Perlu diketahui, ketika mereka mengirim Sihir kepada Rasulullooh, Ada IJMA‘ para Ulama bahwa Syaithon tidak dapat menguasai atau memegang kontrol para Nabi, baik itu Lidah, Tubuh, maupun Akal Pikiran para Nabi. Jika manusia biasa, maka syaithon sangat mudah menguasai atau mengontrol tubuh, lidah dan juga akal pikiran manusia biasa. Inilah Ijma para Ulama.

Jadi ketika Rasulullooh Sallalloohu 'alayhi wa sallam dikirimkan Sihir, menurut para Ulama Ahli tafsir Al-Qur'an mengatakan bahwa ketika Nabi terkena sihir ini kemudian jatuh sakit saja. kemudian Saat Nabi terbaring dan hampir tertidur, Nabi mendengar percakapan Dua Malaikat yang sedang turun ke bumi.

Malaikat 1 : "Apa yang terjadi dengan Rasulullooh?"
Malaikat 2 : "Beliau terkena Sihir. Seseorang mengirim Sihir kepada beliau."

Malaikat 1 : "Siapa?“
Malaikat 2 : "Labîth ibn A'Sam.“

Malaikat 1 : "Bagaimana dia melakukannya?“
Malaikat 2 : "Mereka membuat Simpul-simpul dari beberapa Rambut dan gigi Sisir beliau.“

Malaikat 1 : "Dimana benda-benda itu sekarang?“
Malaikat 2 : "Mereka sembunyikan di bawah batu di dasar sebuah Sumur.“

Malaikat tadi menyebut nama sumurnya, dan Rasulullooh terbangun. Kemudian Rosulullooh memanggil Az-Zubayr, Aliyy dan 'Ammar. Beliau menceritakan apa yang terjadi dan meminta mereka untuk pergi ke Sumur tersebut mengambil Simpul-simpul tadi untuk membawanya kepada Rasulullooh.

Setelah para shahabat ini menemukannya kemudian membawa temuannya kepada Nabi, dan ternyata simpulnya berjumlah 11 Simpul. Kemudian Nabi mulai mengambil satu-satu simpul tersebut. Satu Simpul dibacakan Ayat Pertama dari Suratul-Falaq. dan kemudian mengambil Simpul kedua lalu dibacakan ayat kedua dari Suratul Falaq. Simpul ke-3 dibaca ayat ke 3 dari surat al falaq dan begitu seterusnya sampai pada Simpul ke-11 dan Nabi membacakan Ayat 6 dari Surat An-Nas. Hal ini jumlah Ayat dari surat Alfalaq dan An-nas sebanyak 11 ayat.

Akhirnya Sihirnya Hilang dan lenyap/musnah, kemudian Malaikat Jibril mendatangi Rasulullooh dan membacakan Doa untuk Rosulullooh. Akhirnya Rosulullooh kembali sehat dan bertenaga. Inilah mukjizat Surat Al Falaq dan An-nas yang bisa menjaga diri dari berbagai makhluk jahat.

Oleh Karena itulah, terdapat amalan bahwa setiap kali selesai melaksanakan Sholat dan disarankan untuk membaca Surat al Falaq dan Surat an Nas. Hal ini dilakukan setiap sholat 5 waktu agar terlindung dari penyakit 'Ayn (mata jahat), Sihir dan kejahatan Syaiton.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Keampuhan Surat Al Falaq dan An Nas "

Posting Komentar